YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Minggu, 20 Januari 2013

Do you want to be success?



Do you want to be success? Check these one. “Because success does not come automatically!!!”


The Criteria to be the Successful Language Learner in Learning foreign Language
By. Bella Annisa Asri

The ability to learn language is different for each person. Some of them are fast to receive and process information, but some others not. This ability is affected by how we do the process correctly to be a successful language learner. A successful language learner is the learner who achieves the best result when learning language. They good in organize and handle the information which is not only from the input process, but also from the output process. Language in this term is a second language which generally called foreign language.
It is not easy to become success in learning language. Why? Because many inadequacy which can interrupt the process, such as no desire of having background knowledge and inhibition. Now, many people are still asking what the criteria to determine whether language learner is success or not are.
The first criterion is a good learner has to have good motivation. Motivation is a good vehicle to escort us to the process of learning. “In second language learning as in every other field of human learning, motivation is the crucial force which determines whether a learner embarks on a task at all, how much energy he devotes to it, and how long he perseveres” (Littlewood, 1984). Motivation in learning language is an enthusiasm and could be a reason of obtaining certain language. It will be good to entice our ambition, so that we will be hard attempting to learn. Motivation could be from each self or from external side likes other people or some reasons. Although it is good, there is still a doubt whether it is motivation that produces successful learning, or successful learning that enhances motivation (Ellis, 1986).
People with high IQs are good in learning foreign language. This second criterion has correlation with the ability of learner to catch some inputs. The higher our IQ, the better we absorb the information. IQ test is determined by some English vocabulary and mathematical reasoning questions and it is make us success in school than in life, but success in learning language is more than it (Pimsleur, 1980). IQ is really helpful to learn, but we must know that language also has a hard effort which IQ test can not be reached.
The third criterion is we must capitalize the golden age. It is a period where human is in special growth for around five years. Parents should give good stimulus to children for learning language to shape their background knowledge. If they already have it, later it is easy entering the next level of the knowledge. It will be different with adults who are as a new learner. They will have difficulties, because of the complex thinking and problems that influence the process, such as adults want to learn but do not heed to the stage that they pass over. However, adults also have many advantages in learning second language because they have better memories, more efficient ways of organizing information, longer attention spans, better study habits, greater ability to handle complex mental tasks, better motivated than children, and also good in grammar and vocabulary  (Rubin and Thompson, 1982).
The next criterion is a good learner is come from an extrovert person. Extrovert means the people who are energetic and good enough in communicating and socializing. Their characters will help their selves mastering the language faster than the introvert learner. As an example, in the classroom setting, we could compare the student which is extrovert and introvert. Usually the introvert one tends to be more passive. They are just shy, quite, and only has a little bit conversation. It is very different with the extrovert one. They are so really attracted to learn new materials. Actually, people in extrovert type will have some advantages; they are good in interaction with other people, pay attention to the teachers, less inhibition which usually happened in oral activity, and they also good in performing or they have a great self-esteem (Littlewood, 1984).
Many people think on how to be a successful learner. Now after we know about the criteria. We only must to maximize what we have to do in order to make our ability increase. If we do not have a good motivation, like we learn language because of external pressure, we will not have successfulness. If we do not have a superior intelligence, we could enlarge our vocabulary through reading articles, watching some news, or listening to the radio news to add more information. In the case of the golden age, parents and teachers should take their turns to shape their children because it is easier to learn when they imitate from the people around them. As some studies investigated that it is easy to learn language even the younger you are. Then, if we are an introvert person, why we can not try to be more extroverts?
Finally, we are basically a good language learner. But to be the successful language learner, we only have to make our own opportunities and efforts to support our basic knowledge more developmental.



Resume RPIM



Apa itu RPIM?
RPIM itu Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin kakak :)

So, mana resumenya?
Ni dia kakak, walau cuma sedikit, semoga bermanfaat :)


Resume “Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin”
Bab Kepada Para Pemuda dan Secara Khusus Kepada Para Mahasiswa
  • Empat rukun yang harus dimiliki seorang pemuda: iman, ikhlas, semangat, dan dana amal.
  • Pemuda merupakan pilar kebangkitan bangsa sejak dulu.
  • Sebagai pemuda mereka memikul beban yang berat. Kebangkitan umat berada di tangan mereka oleh karena itu mereka harus menyiapkan bekal yang banyak seperti beramal dan berbuat baik.
  • Pribadi seorang pemuda tumbuh sesuai keadaan dimana ia tinggal, dimana ia berkembang, dan dimana ia beraktivitas. Semakin damai dan tenang tempat tersebut maka kebanyakan pemuda akan berleha-leha dan hanya memikirkan diri sendiri, sedangkan tempat yang penuh gejolak akan menumbuhkan jiwa pemuda yang bergelora hatinya dan memiliki orientasi berjuang untuk bangsanya.
  • Kewajiban pertama bagi kita sebagai aktivis ikhwan adalah menyampaikan kepada manusia tentang batas-batas Islam ini secara jelas dan sempurna, tanpa ditambah dan dikurangi, dan tidak pula membuat rancu ajarannya.
  • Seorang pemuda seperti kita tidaklah lemah jika mengikuti manhaj yang telah terbukti benar pada masa sebelum ini.
  • Mulai menempa suatu bangsa dari kehidupan rumah tangga setelah itu kehidupan berbangsa.
  • Kaum muslimin pada periode awal tidak pernah mengenal dan mengimani Islam dengan pemahaman seperti ini. Akan tetapi, mereka meyakini Islam sebagai akidah dan ibadah, negara dan kewarganegaraan, akhlak dan materi, budaya dan undang-undang, serta toleransi dan kekuatan. Mereka meyakini Islam sebagai sistem paripurna yang melingkupi seluruh aspek kehidupan, mengatur perkara dunia sebagaimana dia mengatur perkara akhirat. Mereka yakin bahwa Islam adalah sistem operasional sekaligus spiritual. Islam menurut mereka adalah agama dan daulah, mushaf dan pedang.
  • Ikhwan memahami bahwa sebaik-baik identitas untuk sebuah jamaah adalah identitas yang disandang oleh sahabat Rasulullah saw., yakni, "Layaknya pendeta di malam hari dan seperti penunggang kuda di siang hari".

Sabtu, 19 Januari 2013

Resume buku tarbiyah dzatiyah



Resume buku “Tarbiyah Dzatiyah”
Oleh Bella Annisa Asri


Dari buku karya: Abdullah bin Abdul Aziz al-Aidan

Tarbiyah Dzatiyah adalah pembinaan seseorang terhadap dirinya dengan dirinya sendiri dengan beragam metode dalam berbagai sisi.
Urgensi:
*       Menjaga diri sendiri lebih didahulukan dari menjaga diri orang lain (Q.S. At-Tahrim:6)
*       Jika bukan diri kita sendiri yang mentarbiyah diri sendiri, lalu siapa lagi? (Q. S. At-Thagabun:9)
*       Hisab kelak bersifat individual (Q.S. Maryam:95) dan (Q.S. Al-Isra:13-14)
*       Tarbiyah dzatiyah lebih mampu mengadakan perubahan
*       Tarbiyah dzatiyah adalah sarana tegar (tsabat) dan istiqomah
*       Sarana dakwah yang paling kuat pengaruhnya
*       Cara yang benar untuk memperbaiki realitas yang ada
*       Tarbiyah dzatiyah istimewa

Sebab-sebab ketidakpedulian terhadap tarbiyah dzatiyah:
*       Minim ilmu
*       Ketidakjelasan sasaran dan tujuan
*       Ketergantungan terhadap dunia
*       Pemahaman yang salah tentang tarbiyah
*       Minimnya basis-basis tarbiyah
*       Kurangnya para murabbi (pembina)
*       Panjang angan-angan
*       Kecenderungan untuk berpangku tangan dan bermalas-malasan

Sarana tarbiyah dzatiyah:
*       Sarana pertama: muhasabah (meneliti kebaikan dan keburukan atas dirinya sendiri) (Q.S Al-Hasyr:18)
1.       Urgensi muhasabah secara rutin
2.       Membuat skala prioritas
3.       Jenis-jenis muhasabah:
·         Muhasabah sebelum berbuat (merenung sehingga tidak melakukan perbuatan tidak baik)
·         Muhasabah setelah berbuat (muhasabah atas ketaatan pada Allah, muhasabah atas   
          perbuatan, muhasabah atas sesuatu yang mubah dan wajar)
4.       Muhasabah waktu
5.       Ingat hisab terbesar

*       Sarana kedua: taubat atas segala dosa (Q.S. At-Tahrim:8)
1.       Hakikat dosa: melakukan apa yang dilarang, tidak megikuti apa yang diperintahkan
2.       Syarat taubat: menyesali dosa masa lalu dan bertekad tidak mengulanginya
3.       Semua dosa adalah kesalahan
4.       Hukuman di dunia
5.       Termasuk tipuan musuh kita

*       Sarana ketiga: mencari ilmu dan memperluas wawasan
    Kiat:
1.       Menghadiri pengajian mingguan masjid
2.       Menghadiri ceramah-ceramah ilmiah dan tarbiyah
3.       Rajin membaca buku-buku ilmiah
4.       Mangunjungi ulama dan kalangan pemikir
5.       Mendengar kaset dan video ilmiah
6.       Mengikuti siaran qur’an dari radio dan TV
7.       Mengikuti program-program ilmiah
8.       Membaca info tentang islam
9.       Memanfaatkan dengan baik materi ulama-ulama
Ingatlah bahwa disini kita harus: ikhlas, rajin, mengamalkannya, dan membayar zakat untuk menunaikan hak ilmu kita.

*       Sarana keempat: mengerjakan amalan-amalan iman
1.       Mengerjakan ibadah wajib seoptimal mungkin
2.       Meningkatkan porsi ibadah sunnah
3.       Peduli dengan ibadah dzikir
Ingatlah antara: urgensi sholat lima waktu, antara ibadah dan adat istiadat, sekadar mengetahui saja tidak cukup, selalu berdzikir, memanfaatkan waktu ketika rajin, memanfaatkan tempat yang istimewa, serta urgensi tawazun.

*       Sarana kelima: memperhatikan aspek akhlak (Q.S. Ali-Imran:148)
1.       Bijaksana
2.       Membersihkan hati dari sifat tercela
3.       Meningkatkan kualitas akhlak
4.       Bergaul dengan orang-orang yang berakhlak mulia
5.       Memperhatikan etika-etika umum

*       Sarana keenam: terlibat dalam aktivitas dakwah
1.       Merasakan kewajiban dakwah (Q.S. Yusuf:108)
2.       Menggunakan setiap kesempatan untuk dakwah
3.       Kontinu dan tidak berhenti
4.       Pintu-pintu dakwah itu banyak
5.       Kerjasama dengan pihak lain

*       Sarana ketujuh: berjihad
1.       Sabar adalah bekal bermujahadah
2.       Sumber keinginan
3.       Bertahap melakukan mujahadah
4.       Jadi orang yang tidak lalai
5.       Siapa yang mengambil keuntungan ketika bermujahadah
6.       Berdoa dengan jujur terhadap Allah

Pengaruh tarbiyah dzatiyah:
*       Mendapatkan keridhaan Allah dan surgaNya (Q.S. Al-Ghafir:40) dan (Q.S. Al-Kahfi:107)
*       Kebahagiaan dan ketentraman (Q.S. An-Nahl:97) dan (Q.S. Thaha:124)
*       Dicintai dan diterima Allah (Q.S. Maryam:96)
*       Kesuksesan dan bimbingan
*       Terjaga dari segala hal yang tidak disenangi (Q.S. Al-Hajj:38)
*       Keberkahan dalam waktu dan harta
*       Sabar atas semua penderitaan dan segala kondisi (Q.S. Al-Baqarah:155)
*       Perasaan aman dalam jiwa (Q.S. Al-Ahqaf:13) dan (Q.S. Al-Fath:4)